Lahir
Taufiq Ismail lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat 25 Juni 1935, dari keluarga sederhana.
Dari tahun-tahun awal hingga karya-karya terbaru — tonggak-tonggak dalam perjalanan hidup menulis.
Taufiq Ismail lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat 25 Juni 1935, dari keluarga sederhana.
Mengikuti keluarganya berpindah ke berbagai kota di Pulau Jawa, Taufiq Ismail memulai pendidikan di Solo.
Menyelesaikan pendidikan dasar di Sekolah Rendah Muhammadiyah Ngupasan, Yogyakarta.
Menyelesaikan pendidikan menengah pertama di SMP I Bukittinggi sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
Menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri Pekalongan.
Menempuh pendidikan selama satu tahun di Whitefish Bay High School, Milwaukee.
Semasa kuliah, Taufiq Ismail membaktikan diri sebagai guru bahasa di SKP Pamekar, Bogor (1962), SMA Regina Pacis, Bogor (1963-1965), dan mengajar llmu Pengantar Peternakan di Pesantren Darul Fallah, Ciampea (1962).
Lulus dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, Universitas Indonesia, Bogor.
Aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan menjadi asisten dosen Manajemen Peternakan di UI dan IPB.
Mendirikan Teater Muslim Bogor dan menjadi sutradaranya.
Menjadi wartawan dan kolumnis Harian KAMI, turut mendirikan majalah sastra Horison, serta menerbitkan Tirani dan Benteng.
Ikut membentuk Dewan Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki, dan Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta.
Mulai melakukan perjalanan budaya ke berbagai negara untuk pembacaan puisi dan festival sastra.
Mengikuti pendidikan di School of Letters, International Writing Program, University of Iowa.
Menjadi anggota Dewan Penyantun atau Board of Trustees AFS International di New York.
Menjalankan berbagai peran di Dewan Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki, dan LPKJ.
Bekerja sebagai Manajer Hubungan Luar PT Unilever Indonesia.
Menjadi Ketua Badan Pembina Yayasan Bina Antarbudaya yang bergerak dalam program pertukaran pelajar.
Mengikuti pendidikan bahasa Arab di American University di Kairo, Mesir.
Kembali mengikuti International Writing Program.
Menjadi Pengarang Tamu Dewan Bahasa dan Pustaka di Kuala Lumpur, Malaysia.
Aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan, termasuk memimpin Lembaga Seni Budaya Muhammadiyah.
Mulai aktif dalam pendidikan sastra melalui Program Membaca, Menulis, dan Apresiasi Sastra (MMAS).
Mengembangkan program Sastrawan Bicara, Siswa Bertanya (SBSB).
Mendirikan Rumah Puisi Taufiq Ismail sebagai ruang dan pusat kegiatan sastra.