rubicnews.com 8 Juli 2026 Oleh Desy Ariyani Sumber →

Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) menggelar Lokakarya Penyamaan Persepsi Penulisan Buku Taufiq Ismail: Suara Nurani Benteng Bangsa pada Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting itu menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan terhadap pengusulan Taufiq Ismail sebagai peraih Nobel Sastra 2027.

Lokakarya berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 18.30 WIB. Kegiatan tersebut menjadi forum untuk menyelaraskan tema, subtema, pendekatan, dan fokus kajian para penulis agar buku yang disusun secara kolektif memiliki kerangka akademik yang utuh dan saling melengkapi.

Ketua Umum HISKI Prof Dr Novi Anoegrajekti MHum mengatakan, penyamaan persepsi diperlukan agar setiap tulisan memiliki arah yang sama dalam menggambarkan kontribusi Taufiq Ismail bagi kesusastraan Indonesia maupun dunia.

“Buku ini bukan sekadar menghimpun tulisan dari berbagai akademisi, tetapi menghadirkan perspektif yang saling melengkapi sehingga mampu menunjukkan secara utuh kiprah Taufiq Ismail sebagai sastrawan yang layak memperoleh perhatian dunia. Karena itu, penyamaan persepsi menjadi langkah penting agar kualitas akademik buku tetap terjaga,” ujar Novi.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua III HISKI Dr Sastri Sunarti MHum serta para reviewer yakni Prof I Nyoman Darma Putra MLitt PhD, Dr M. Yoesoef MHum, dan Sudartomo Macaryus MHum. Lokakarya dipandu oleh Sudartomo Macaryus sebagai moderator.

Berdasarkan susunan acara, lokakarya diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, sambutan Ketua Umum HISKI, sambutan Dewan Pakar, pemaparan tata lokakarya, serta presentasi rancangan penulisan.

Selanjutnya, para penulis memaparkan konsep tulisan mereka yang mendapat masukan langsung dari para reviewer hingga penutupan pada pukul 18.30 WIB.

Agenda presentasi dibagi dalam 18 sesi. Setiap pemakalah memperoleh telaah secara bergantian dari Prof Dr Novi Anoegrajekti MHum, Prof I Nyoman Darma Putra MLitt PhD, dan Dr M. Yoesoef MHum. Keterlibatan para akademisi tersebut menunjukkan keseriusan HISKI dalam menjaga mutu ilmiah buku yang sedang disusun.

Dalam proses seleksi, HISKI menerima 51 abstrak dari para guru besar yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, mulai Aceh hingga Papua. Seluruh abstrak tersebut diterima dan menjadi bagian dari lokakarya penyamaan persepsi.

Sementara itu, dari 41 abstrak yang diajukan oleh akademisi bergelar doktor dan magister, sebanyak 26 abstrak dinyatakan lolos setelah melalui proses seleksi berdasarkan kesesuaian tema dan subtema, sebaran fokus kajian, perspektif atau pendekatan, kebaruan gagasan, serta representasi wilayah dan afiliasi.

Penyusunan buku bersama ini pada awalnya hanya diperuntukkan bagi para guru besar. Namun, HISKI kemudian memperluas partisipasi dengan melibatkan akademisi bergelar doktor dan magister yang memiliki kepakaran di bidang kesusastraan. Langkah tersebut diharapkan memperkaya perspektif sekaligus memperkuat kualitas akademik buku.

Melalui penyusunan buku Taufiq Ismail: Suara Nurani Benteng Bangsa, HISKI menegaskan komitmennya membangun ekosistem kesusastraan Indonesia sekaligus memperkuat dukungan terhadap pengusulan Taufiq Ismail sebagai calon peraih Nobel Sastra 2027. HISKI berharap, buku tersebut menjadi karya kolektif yang memiliki nilai akademik, kultural, dan mampu mendukung internasionalisasi HISKI pada 2027.***