jekabe.web.id 10 Juli 2026 Oleh Nurul Ludfia Rochmah Sumber →

Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) menyelenggarakan Lokakarya Penulisan Taufiq Ismail: Nurani Indonesia untuk Nobel Sastra pada Rabu, 8 Juli 2026, pukul 08.30–18.30 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya HISKI untuk menyamakan persepsi penulisan buku bersama sekaligus menguatkan dukungan terhadap pengusulan sastrawan Taufiq Ismail meraih Nobel Sastra 2027.

Lokakarya tersebut dirancang sebagai forum presentasi rancangan tulisan, dan ruang koordinasi akademik agar seluruh penulis memiliki kerangka berpikir yang selaras. Melalui penyamaan persepsi, HISKI ingin memastikan bahwa tema, subtema, pendekatan, dan fokus bahasan dalam buku yang disusun bersama tidak saling tumpang tindih, tetapi justru saling melengkapi.

Dalam kegiatan ini sejumlah nama penting dalam kepengurusan hadir dalam pelaksanaan acara. Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum. sebagai Ketua Umum HISKI Pusat. Selain itu, hadir Dr. Sastri Sunarti, M.Hum., sebagai Wakil Ketua III HISKI Pusat, bersama Prof. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., Ph.D., Dr. M. Yoesoef, M.Hum., dan Sudartomo Macaryus, M.Hum.

Berdasarkan jadwal acara, lokakarya diawali dengan registrasi peserta pada pukul 08.00–08.30 WIB, kemudian dilanjutkan pembukaan, sambutan Ketua Umum HISKI, sambutan Dewan Pakar, tata lokakarya, dan paparan rencana penulisan. Setelah itu, para reviewer dan penulis memaparkan rancangan karya masing-masing dalam sesi yang berlangsung sepanjang hari hingga penutupan pada pukul 18.30 WIB.

Agenda presentasi dibagi ke dalam 18 sesi. Lokakarya dimoderatori Sudartomo Macaryus, M.Hum. Masing masing penyaji direview oleh Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., Dr. M. Yoesoef, M.Hum., dan Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., secara bergantian.

Kehadiran para reviewer menunjukkan bahwa lokakarya ini disiapkan secara serius dengan melibatkan figur-figur akademik yang kompeten di bidang kesusastraan.
Dari proses penjaringan awal, HISKI mencatat ada 51 abstrak dari para guru besar yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Seluruh abstrak tersebut diterima dan ditindaklanjuti lokakarya penyamaan persepsi.

Sementara itu, dari 41 abstrak yang diajukan oleh para doktor dan master, terpilih 26 abstrak berdasarkan beberapa pertimbangan, kesesuaian tema dan subtema, sebaran fokus kajian, perspektif atau pendekatan, kebaruan gagasan, serta sebaran wilayah/afiliasi.

Penyusunan buku bersama ini semula dikhususkan bagi para guru besar, namun kemudian HISKI memperluas partisipasi dengan membuka ruang bagi doktor dan master yang memiliki minat serta kepakaran dalam ilmu kesusastraan. Kebijakan ini membuat partisipasi akademik menjadi lebih inklusif dan memperkaya sudut pandang yang tersaji dalam buku.

Lokakarya ini juga menegaskan fungsi HISKI sebagai organisasi profesi yang berupaya membangun ekosistem kesusastraan Indonesia secara lebih luas. Dengan menempatkan Taufiq Ismail sebagai pusat perhatian, HISKI mengusulkan seorang sastrawan dan mengangkat gagasan tentang nurani, kebangsaan, kemanusiaan, dan peran sastra dalam membangun peradaban.

Melalui kegiatan ini, HISKI berharap buku Taufiq Ismail: Suara Nurani Benteng Bangsa untuk Nobel Sastra dapat menjadi karya kolektif yang kuat secara akademik sekaligus bermakna secara kultural. Dukungan itu juga selaras dengan program yang menargetkan tahun 2027 sebagai momentum internasionalisasi HISKI.

___________________

* Nurul Ludfia Rochmah. Lahir dan tinggal di Banyuwangi. Mengajar di MAN 1 Banyuwangi. Penulis buku Kumpulan Cerita Kopi : Karbit (2017); Kumpulan Sajak : Perempuan Pemarah Jalanan (2020); Kumpulan Esai : Menandai Musim Pandemi (2020).