Taufiq Ismail matters because he reminds Indonesia that literature is not a luxury but a necessity — a space where truth can be spoken, memory can be preserved, and conscience can be awakened.
Voices
What others have said.
Reflections from writers, academics, journalists and readers — gathered as part of the literary archive.
Ismet Fanany
Professor, School of Humanities and Social Sciences
Deakin University
Taufiq Ismail adalah penyair Indonesia yang sangat produktif dan bernapas panjang. Ia mulai berkarya tahun 1960-an hingga kini, lahir dari gejolak politik dan turun ke jalan untuk menumbangkan Orde Lama.
M. Shoim Anwar
Sastrawan dan Dosen
Universitas Adi Buana Surabaya
Taufiq Ismail melalui puisi-puisinya konsisten melantunkan nilai-nilai kemanusiaan. Lalu, melalui berbagai program yang digerakannya, telah mengubah citra dan pandangan masyarakat lebih memahami fungsi dan peran sastra sebagai sarana menanamkan nilai-nilai kemanusiaan.
Maman S. Mahayana